Home Eko MP 3 Moslem SAINS Matematika IT MP 3

Kamis, 30 Juli 2009

Pengertian IPA dan Pendidikan IPA


Bila kita tinjau dari cabang-cabang ilmu, mulanya ilmu berkembang dari dua cabang utama yaitu filsafat alam dan filsafat moral. Filsafat alam dalam perkembanganya menjadi rumpun ilmu-ilmu alam (Natural sicence) dan filsafat moral berkembang menjadi cabang ilmu-ilmu social (Social Science). Atas dasar kajian filsafat maka dapat diartikan bahwa sains dapat berarti ilmu yang mempelajari pengetahuan alam dan bisa berarti ilmu pada umumnya.

Sebelum muncul kata Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), kata sains lebih dulu lebih dikenal oleh berbagai kalangan. Kata sains sendiri berasal dari bahasa inggris Science yang diadop dari bahasa Latin Sciencia yang memiliki arti pengetahuan.

Sains menurut Suyoso (1998:23) merupakan “pengetahuan hasil kegiatan manusia yang bersifat aktif dan dinamis tiada henti-hentinya serta diperoleh melalui metode tertentu yaitu teratur, sistematis, berobjek, bermetode dan berlaku secara universal”.

Menurut Abdullah (1998:18), IPA merupakan “pengetahuan teoritis yang diperoleh atau disusun dengan cara yang khas atau khusus, yaitu dengan melakukan observasi, eksperimentasi, penyimpulan, penyusunan teori, eksperimentasi, observasi dan demikian seterusnya kait mengkait antara cara yang satu dengan cara yang lain”.

Dari beberapa definsi di atas maka dapat disimpulkan bahwa IPA merupakan pengetahuan dari hasil kegiatan manusia yang diperoleh melalui tahapan ilmiah yang berupa metode ilmiah dan dididapatkan dari hasil eksperimen yang bersifat general dan akan selalu mengalami perbaikan guna mencapai kesempurnaan.

Untuk pembelajaran IPA sendiri di dalamnya mencakup semua materi yang berhubungan dengan berbagai objek alam serta persoalan yang mendasarinya. Ruang lingkup IPA yaitu makhluk hidup, energi dan perubahannya, bumi dan alam semesta serta proses materi dan sifatnya. IPA terdiri dari tiga aspek yaitu Fisika, Biologi dan Kimia. Pada aspek Fisika IPA lebih memfokuskan pada berbagai materi tak hidup, aspek Biologi IPA menelaah berbagai persoalan yang berhubungan dengan makhluk hidup serta lingkungannya. Sedangkan pada aspek Kimia IPA mempelajari gejala-gejala kimia baik yang ada pada makhluk hidup maupun benda tak hidup yang ada di alam.

Berbicara mengenai Pendidikan IPA berarti akan menyangkut dua hal yakni, pengertian pendidikan dan IPA itu sendiri. Secara generik pendidikan dapat diartikan sebagai suatu proses penyampaian pesan kepada anak, pesan yang dimaksud disini adalah mata pelajaran yang akan diberikan kepada peserta didik (siswa SMK).

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pendidikan berasal dari kata dasar didik (mendidik), yaitu : memelihara dan memberi latihan mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Sedangkan pendidikan

mempunyai pengertian : proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan, proses perbuatan, cara mendidik.

Pendidikan menurut Siswoyo (2007: 21) merupakan “proses sepanjang hayat dan perwujudan pembentukan diri secara utuh dalam arti pengembangan segenap potensi dalam rangka pemenuhan dan cara komitmen manusia sebagai makhluk individu dan makhluk social, serta sebagai makhluk Tuhan”.

Sugiharto (2007: 3) menyatakan bahwa “pendidikan merupakan suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan sengaja untuk mengubah tingkah laku manusia baik secara individu maupun kelompok untuk mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan”.

Sedangkan menurut Ki Hajar Dewantara mengartikan, pendidikan sebagai daya upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran serta jasmani anak, agar dapat memajukan kesempurnaan hidup yaitu hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakatnya.

Dengan merujuk dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan merupakan suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan disengaja dalam rangka mengembangkan potensi yang ada pada dirinya baik sebagai individu maupun mahluk bermasyarakat dalam mencapai apa yang diinginkanya.

IPA menurut Sumaji (1998:46) merupakan “suatu ilmu pegetahuan social yang merupakan disiplin ilmu bukan bersifat teoritis melainkan gabungan (kombinasi) antara disiplin ilmu yang bersifat produktif”.

Sedangkan menurut Depdiknas (2003: 6) IPA merupakan cara mencari tahu tentang alam semesta secara sistematis untuk menguasai pengetahuan,fakta-fakta, konsep-konsep, prinsip-prinsip, proses penemuan, dan memiliki sikap ilmiah.

Carin dan Sund (1993) dalam puskur (2007:3) mendefinisikan IPA sebagai pengetahuan yang sistematis tersusun secara teratru, berlau umum (universal dan berupa kumpulan data dari hasil observasi dan eksperimen.

Supriyadi (1999: 1) menyatakan bahwa objek kajian IPA adalah segala fenomena lingkungan (alam) yang berujud titik kecil hingga alam raya yang sangat besar.

Sehingga dalam pembelajaranya ruang lingkup IPA menyangkut tentang berbagai fenomena alam dari fenomena alam yang paling sederhana hingga sesuautu yang dikatakan luar biasa hingga hal-hal trasendental

Pendidikan IPA menurut Tohari (1978:3) merupakan “usaha untuk menggunakan tingkah laku siswa hingga siswa memahami proses-proses IPA, memiliki nilai-nilai dan sikap yang baik terhadap IPA serta menguasi materi IPA berupa fakta, konsep, prinsip, hukum dan teori IPA”.

Dari beberapa definisi di atas yang terkait antara pendidikan dan IPA dapat disintesiskan bahwa pendidikan IPA merupakan suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan disengaja sebagai upaya mengungkap berbagai fenomena alam yang real terjadi melalui langkah-langkah ilmiah serta berupaya membentuk kepribadian siswa agar peka terhadap proses IPA, serta dikemudian hari dapat mengembangkan keilmuanya dalam kehidupan bermasyarakat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar